Pages

Showing posts with label My miNd. Show all posts
Showing posts with label My miNd. Show all posts

Sunday, February 15, 2015

Ada banyak cara Allah untuk menyatukan setiap pasangan di dunia ini, salah satunya yaitu dengan memisahkan mereka agar menjadi dekat kepada-Nya, dan kemudian pasangan itu didekatkan oleh-Nya untuk kembali pada-Nya kelak.

Jika kita percaya bahwa rencana Allah selalu baik, adanya jarak harusnya tidak menjadi alasan untuk tidak bersyukur. Tetaplah sabar, Allah bersama kita dan malaikat menjaga kita. Jadilah lebih kuat.

Saturday, January 31, 2015

Sabar

Menjadi hamba-Nya yang taat, bukan berarti dapat terbebas dari segala kesulitan. Bagaimanapun, kesulitan tersebut harus dihadapi, dan sadar bahwa kita tidak menghadapinya seorang diri. Ingatlah bahwa Allah selalu bersama mereka yang sabar, dan kesulitan itulah yang membuat segala yang baik menjadi lebih baik. InshaAllah.

Pilihan

Ada yang mengatakan bahwa kebaikan yang mengorbankan perasaan orang lain adalah omong kosong, tidak berarti apa-apa.

Pernyataan di atas tidak sesuai dengan saya. Jika kita lebih positif, dengan berada di posisi mereka yang mengambil keputusan itu (melakukan kebaikan), kita akan mengerti bahwa segala sesuatu yang telah ditetapkan dari banyak pilihan, selalu ada yang harus dikorbankan.

Namun jika dalam pernyataan tersebut, perasaan kita yang menjadi korban, maka tetap positif juga bahwa itulah jalan Allah agar kita menjadi semakin baik. Cukup percaya saja bahwa rencana Allah selalu baik.

Kadang kita merasa tak enak hati setelah menetapkan pilihan tentang hidup kita yang membuat orang lain kesal terhadap kita. Tapi harus diingat juga bahwa kita tidak perlu bertanggung jawab atas kebahagiaan mereka. Kita hanya harus bertanggung jawab atas kebahagiaan kita sendiri. Siapapun yang ingin kita hidup pada kesedihan yang membuat mereka bahagia, bukanlah orang yang pantas berada dalam hidup kita.

Saturday, January 24, 2015

Menunggu akan selalu menyenangkan ketika sadar bahwa apa / siapa yang ditunggu pasti akan datang. InshaAllah.
Ketika kita masih memperhatikan derajat seseorang dalam kehidupan bermasyarakat, atau bergaul dengan seseorang karena tergantung pada kedudukannya dalam masyarakat, maka kita tidak akan pernah merasakan indahnya ketulusan dalam menjalin hubungan.

Ingat, dimata Allah, derajat kita adalah sama, karena sama-sama hamba-Nya. Yang membedakan adalah tingkat ketakwaan kita pada-Nya dan hal itu hanya diketahui oleh Allah swt.

Jadi, tidak perlu rendah diri dan tidak perlu berkecil hati atau marah ketika orang lain meremehkan kita. Itu adalah hak mereka, dan tentunya bukan urusan kita. Kita hanya harus terus fokus untuk berbuat baik pada sesama, bermanfaat bagi orang-orang, melakukan segala sesuatu yang disukai Allah. Jangan pernah bosan berbuat baik dan tetaplah tulus melakukan apapun. Ingat, jika seseorang berbuat tidak baik ke kita, maka itu adalah urusan ia dengan Allah. Urusan kita adalah tetap berbuat baik dengan tulus ikhlas dan tetap berbaik sangka pada-Nya.

Memang sangat mudah berbuat baik pada orang yang telah baik kepada kita, kemudian menyayanginya. Namun, islam mengajarkan bahwa kita juga harus menyayangi orang yang bahkan membenci kita.

Thursday, December 11, 2014

Setiap orang masing-masing mungkin memiliki penilaian dan perlakuan yang berbeda-beda terkait kepribadianmu. Namun, kamu bisa menentukan bagaimana seharusnya mereka memperlakukanmu, dimulai dari bagaimana caramu perpakaian. Karena kesan pertama selalu dimulai ketika menilai dari apa yang mereka lihat, sehingga caramu berpakaian lah awal dari mereka menilaimu untuk kemudian menentukan bagaimana seharusnya memperlakukanmu.

Karena itu, berpakaianlah dengan baik dan sopan, karena itu membuatmu nyaman dan dengan niat agar mereka memperlakukanmu dengan baik juga.

Bagaimana jika mereka buta?
Lisanmu dapat menjadi pakaianmu. Berucaplah yang baik dan sopan, dengan nada suara rendah, jika ingin diperlakukan dengan baik. Apapun balasan atau tanggapan
mereka, terima saja, karena itu ada hak mereka, dan hakmu adalah terus melakukan hal baik.

Yang terpenting adalah lakukan segalanya dengan tulus dan dari hati. Karena semua yang datang dari hati pasti akan sampai ke hati. Niatkan apapun dengan baik, karena Allah melihat hatimu, niatmu.

Kenyamanan Saya Berpakaian

Ketika mereka mengatakan bahwa saya berpenampilan seadanya tak memperhatikan warna dsb dan bertingkah seperti anak kecil , saya tidak mempermasalahkannya karena itu adalah urusan (pemikiran) mereka.

Ketika mereka mengatakan bahwa saya berpenampilan seperti orang tua dan berfikir terlalu dewasa, saya tidak mempermasalahkannya karena itu adalah urusan (pemikiran) mereka.

Apa yang ada dipikiran mereka tentang saya adalah urusan mereka.
Namun, ketika mereka mengatakan bahwa saya harus mengikuti aturan mereka tentang saya harus bagaimana, saya akan mempermasalahkannya karena hal tersebut telah mengganggu kenyaman saya, ketika saya hanya ingin tampil apa adanya.

Kenyaman saya dalam berpakaian jauh lebih penting dari apa yang dikomentari oleh orang lain tentang bagaimana seharusnya saya berpakaian.

Wednesday, December 10, 2014

Sesuatu yang paling mudah dilakukan ketika merasa kecewa dan marah adalah menyalahkan orang lain atas semua yang terjadi pada kita.

Ga ada gunanya.
Menyalahkan atau tidak menyalahkan sama-sama tidak mengubah keadaan, walaupun terasa hati lebih tenang jika merasa diri sudah benar dan orang lain yang melakukan kesalahan.

Salah.
Semua yang terjadi pada kita hakikatnya karena diri kita sendiri, atau pilihan yang kita ambil. Menyadari dosa-dosa diri sendiri, banyak-banyak beristigfar dan meminta maaf kepada-Nya jauh lebih tenang dampaknya. Tenang, karena kita sadar bahwa semua atas kehendak-Nya, dan apapun yang terjadi pada kita adalah atas ketentuan yang terbaik untuk kita. Dan mungkin saja itu semua adalah bayaran dari kesalahan yang telah kita lakukan di masa lalu. Oleh karena itu, beristigfar sebenarnya jauh lebih menenangkan daripada mengeluhkan keadaan.

Yah..
Sangat mudah dan tenang menjalani hidup ini jika kita selalu positive thinking kepada-Nya, Maha Pengatur Segala Sesuatu, Dia satu-satunya yang paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Tuesday, July 8, 2014

Gengsi menerima pertolongan

Bagiku, orang yang tidak mau menerima pertolongan orang lain disaat dirinya kesusahan itu adalah orang yang sombong. Sombong, terlalu mementingkan harga dirinya terluka karena menerima pertolongan.

Saya juga terlalu sungkan untuk mendekati orang tersebut, toh tanpa saya pun dia pasti merasa bisa dengan kesulitan yang dialaminya, kesulitan yang dia sendiri tak bisa untuk mengatasinya. Lalu untuk apa label 'makhluk sosial' itu ditancapkan padamu? hiasan saja, mungkin.

Sunday, March 30, 2014

Wasting time

Sangat malas, mendengarkan apa yang tidak ingin didengar,
Karena memang sesuatu itu tidak penting dari sudut manapun,
menyangkut sesuatu yang sudah ku ketahui,
menyangkut sesuatu yang bukan urusanku, seperti aib seseorang, kesalahan seseorang.

Jika memiliki masalah kepada seseorang, mengapa tidak bicara langsung kepada orangnya langsung? Jika tidak ada masalah, lalu mengapa dibahas? Berarti Anda yang bermasalah.

Ya
Ketika melakukan segala sesuatu yang tidak ingin dilakukan
Tapi telah terlanjur terjebak disana, bersama seseorang.

Buang-buang waktu.
Hate it. Saya sangat-sangat membencinya.
Bahkan sepi berdiam diri sendiri jauh lebih baik, beribu-ribu kali lebih menyenangkan, daripada berada dalam situasi itu.

Wednesday, March 26, 2014

Why should I care?

Ada saat dimana orang-orang mengkhawatirkan kelebihan kita, takut kita akan mendapatkan lebih dari mereka, takut bersaing, takut posisi kita lebih tinggi daripada mereka, lalu menganggap kita sebagai saingannya..bahkan sampai ada yang menusuk kita dari belakang. Jika mereka melakukan segala cara untuk melampaui kita, silahkan. Aku juga tidak peduli. Karena apa yang mereka dapatkan pasti sesuai dengan apa yang telah mereka berikan untuk mencapai sesuatu itu.

Belasan tahun yang lalu aku pernah mengalaminya, saat dimana aku berusaha mencapai apa yang kuinginkan, namun orang-orang disekelilingku menjadi berubah. Aku merasa sendiri pada saat itu, dan takut.

Kadang aku terheran-heran mengapa mereka melakukan hal itu padaku? Bukankah lebih baik jika sama-sama menghargai kelebihan masing-masing? Jika aku diposisi mereka, aku akan berusaha menjadi orang yang lebih baik karena aku percaya apa yang didapatkan juga pasti akan baik, sehingga tidak perlu khawatir dengan apa yang telah didapatkan oleh orang lain. Jika ada yang bisa kubantu, aku juga pasti akan membantu semampuku, selama aku bisa. Aku yang seperti itu juga bukan semata-mata seperti itu adanya dengan tiba-tiba, tapi menjalani proses, aku bekerja keras, sehingga aku bisa mencapai semuanya.

Tapi akhirnya aku seperti pecundang yang hanya mampu menulis disini. Justru aku perlahan mundur dari mereka, atau kadang tidak ingin menjadi lebih baik. Aku terlalu takut jika mereka terlalu mengkhawatirkan apa yang sudah aku capai. Sehingga aku berpikir bahwa aku harus berada dibawah agar mereka lebih sungkan kepadaku, aku berusaha agar aku tidak lebih baik dari mereka, agar mereka bisa selalu berada disampingku.

Namun..
Semakin lama aku menjalani hidup seperti itu, aku tersadar bahwa mengapa aku perlu melakukannya? Mengapa aku terbiasa melakukannya? Mengapa aku harus hidup seperti ini?

Mengapa aku terlalu peduli pada orang yang khawatir dengan semua yang kucapai?

Mengapa aku begitu peduli mereka yang tidak memperdulikanku?
Mengapa aku terbiasa seperti ini?
Mengapa aku terlalu takut menjadi giat dalam segala hal?
Mengapa aku terlalu takut jika aku menjadi lebih baik?
Begitu takutkah aku kehilangan orang-orang disekelilingku, lalu mereka membenciku?

Pikiran yang mengganggu.

Monday, November 11, 2013

The Last Monday

Sedih juga. Hari ini Senin terakhir KP loh.. :( Pasti bakal kangen huhu

You know? karena kemarin itu saya dandan, alhasil ada yang bilang gini tadi di kantor :
"Euh si eta, kieu deui." - a Heru (Yakuza).
"Loh Dhe, kok ga kaya kemaren?" - a Angga.
dan siapa lagi tadi, lupa.. "Dhe, kok berubah?"
-__________-"

Dengan spontan saya menjawab, "emangnya kemarin saya dateng?"
Di jawablah: Oh.. itu adiknya ya ?

Gubrak.

Tuesday, October 22, 2013

Butuh Pengorbanan

Aneh saja..
Ingin segalanya instan namun tetap berpangku tangan
Mengaharap lebih tapi enggan memberi lebih
Kemanakah hati nurani?

Entah kemana

Sunday, July 14, 2013

Sepi

Lagi sendiri
Melakukan sesuatu yang monoton
Ketika masih banyak yang bisa dikerjakan
Bertengkar dengan pikiran sendiri
Ketika masih banyak hal-hal yang bermanfaat untuk dipikirkan
Ingin teriak sekencang-kencangnya
Ingin menangis sejadi-jadinya
Ingin tertawa sepuasnya
Tapi dalam rangka apa?

Sepi memang
Tapi tidak kesepian juga

Memilih Diam

Rasanya kesal ketika banyak yang ingin kita sampaikan, bicarakan untuk meluruskan suatu hal agar seseorang tidak salah paham dengan tindakan kita.
Ingin marah semarah-marahnya, marah pada diri sendiri karena terlalu bodoh membiarkan sesuatu terjadi begitu. Ingin teriak dan marah agar seseorang itu tahu apa yang sedang kita rasakan, saat ini.
Dan yang paling menyakitkan adalah hingga akhirnya, kita memilih untuk diam karena takut memperburuk keadaan.
Seperti pecundang.
Poor you.

Sunday, June 30, 2013

Gagu, Susah Beralasan

Ada beberapa hal yang mungkin tidak bisa kita ungkapkan, dan tak ingin orang lain tahu.. walaupun kita akan ditinggalkan tanpa mereka tahu alasan dibalik itu..

Karena kadang..
kita lebih memilih ditinggalkan, daripada meninggalkan..
Disakiti, daripada menyakiti..
Dihindari, daripada menghindari..
Diacuhkan, daripada mengacuhkan..
Menunggu, daripada ditunggu, dan..
Mencintai, daripada dicintai..

semata-mata hanya untuk melindungi sesuatu yang berharga agar tidak tersentuh sedikitpun luka..
Hening, karena kaku, semua jadi bisu, kita susah menyampaikan alasannya.

Sunday, June 23, 2013

Mudah Terenyuh, Kadang Nyusahin Juga

Ah..banyak kejadian sekeliling kita yang bisa membuat kita terenyuh, kapan aja, di mana pun itu. Mungkin memang sesuatu yang wajar, tapi kadang membuat kita kerepotan juga huhu. Mengapa saya berkata seperti itu? Saya adalah orang yang paling mudah terenyuh, dan kerepotan itu sering sekali saya alami yang bahkan membuat saya malu semalu-malunya. Perasaan terharu, sedih, atau kesal yang kuat sekali sehingga saya susah menghentikan air mata menggenangi pipi, dan itu sama sekali tidak mengenal tempat.

Sunday, April 21, 2013

Kelompok Cowok yang Annoying

Keadaan menjengkelkan itu ketika lewat di depan kumpulan banyak cowok yang tidak saya kenal, dan saya tidak bisa merubah jalan lagi pada saat itu selain melewati mereka, dan berusaha menghindari segala pendangan mereka sehingga saya harus berjalan menunduk, senunduk-nunduknya karena malu, dan tidak ingin mereka mengenali saya. Saya mecoba menutupi rasa malu itu dengan berlari kecil, seperi takut akan terkaman mereka. Saya tidak tahu apa yang kemudian mereka tentang saya, “Cewek aneh” maybe. Whatever lah, intinya keadaan itu tu so soo sooooo bother me. Memang tidak ada yang melegekan ketika telah melewati mereka semua HAHA. Kalau harus pakai helm mah, udah pakai helm mereun. Tapi bisi dikira power ranger nyasal kan suram juga.
Lebay memang, haha, Ya terserah. Ini gue, hidup gue, gue gitu.. -__-“

Wednesday, April 17, 2013

Membicarakan Keburukan Orang Lain, Sudah Baikkah Kita?

Ada kata-kata seperti ini: "Relakanlah sesuatu yang tidak membuatmu jadi lebih baik"
Sesuatu itu tentunya membuat kita jauh dari Allah.
Tapi menurut saya kalau merelakan orang, ya kalau kitanya juga sudah berusaha membuat dia lebih baik, seperti menasehatinya, dll.. Jika memang dia tidak berubah-berubah dan membaut kita buruk, membuat kita jauh dari Allah, yah lepasin saja.. haha
Bagaimana mengihidari orang-orang seperti itu? saya juga pusing jika telinga saya selalu menerima apa yang tidak pantas saya dengarkan. Ada baiknya jika kita menghindari masuk kedalam obrolan yang tidak penting itu..haha.

Friday, March 8, 2013

Mengambil Sikap dari Suatu Gosip tentang Kita

Digosipkan, memang sesuatu yang menyebalkan. Seperti yang terjadi pada saya setahun belakangan ini. Kami yang tadinya dekat, akrab, dipaksa oleh keadaan untuk jauh merenggang. Harusnya hal itu tidak pernah terjadi, teman.

Hal seperti ini memang wajar terjadi. Ya, mereka (termasuk saya juga waktu itu) terlalu khawatir dengan apa yang sedang dipikirkan orang lain tentang mereka. Padahal, mencoba bersikap normal atau biasa-biasa saja akan lebih dapat menyelamatkan hubungan pertemanan tersebut. Harusnya dapat bersikap layaknya keadaan dulu, sebelum ada omongan-omongan yang tidak penting itu. Malahan jika kita benar-benar terlihat seperti terganggu, sehingga harus menjaga jarak dan sebagainya, mereka akan merasa senang karena berhasil membuat kita menjadi seperti apa yang mereka pikirkan.