Pages

Showing posts with label Just me. Show all posts
Showing posts with label Just me. Show all posts

Monday, September 14, 2015

Sucks -.-

Berkutat sama benda-benda ginian lagi.. Sucks -.- 


Kemarin sempet berhenti mimisannya.. Eh ada lagi coba ga brapa lama.. :( Ya Allah
Obat udah habis..terpaksa periksa lagi, karena kemarin sempet meler darah hidungnya :(

Udah periksa ke THT, katanya alergi dingin dan makanan-makanan tertentu, ga boleh capek, ga boleh setres, katanya gitu..

Makanan juga banyak yang ga boleh.. Yaampun... yang saya suka semua huhuhu sabarrrr :'D

Oh iya emang suka kepikiran kalau merasa bersalah.. kepikiran banget mashaAllah.. Mungkin karena itu juga ya.. Merasa bersalah di kantor si biasanya suka kepikiran :'D ga enak bikin salah tu.. 

Well, udah 4 bulanan lebih kaya gni.. Kapan sembuhnya :( sucks banget itu obat-obat.. Malesnya :'D

Moga cepat sembuh Dheeee
Aamiin..

Sunday, February 15, 2015

Ada banyak cara Allah untuk menyatukan setiap pasangan di dunia ini, salah satunya yaitu dengan memisahkan mereka agar menjadi dekat kepada-Nya, dan kemudian pasangan itu didekatkan oleh-Nya untuk kembali pada-Nya kelak.

Jika kita percaya bahwa rencana Allah selalu baik, adanya jarak harusnya tidak menjadi alasan untuk tidak bersyukur. Tetaplah sabar, Allah bersama kita dan malaikat menjaga kita. Jadilah lebih kuat.

Friday, February 6, 2015

Lanjut S2 ? Maybe Yes, Maybe NO!

Pas baru beres wisuda Belakangan ini, saya sering di 'teror' buat ngelanjutin S2.. Sorry ya kalo bahasanya rada lebay gimana gitu.. Ya mau gimana, saya pengennya di sini aja, Sumbawa.

Katanya elektro aja, atau apa gitu yang teknik. Atau apa ajalah yang penting S2.. Aaaabecede'e'ef~ Aduh Booo Cape Deh Eyke Frustasi Gila Huh

Saya pengen disini ajaaaa plis... :(
Atau ntar tunggu tinggal sama suami aja hoho :') 

Friday, October 24, 2014

Ditinggal Nenek ke syurga

Ditinggal sama ape (nenek) Iti hari ini.. Selamanya.. :( Doain yah.. yang terbaik untuk almarhumah di sisi-Nya.. :(

Sedih Gi..
Antara sedih dan harus ikhlas..
Saya masih di Bandung nih, Selasa balik ke sana..

Tuesday, August 5, 2014

Kita bisa saja tidak akan mudah kecewa atas hasil yang tidak kita harapkan dari usaha yang telah kita lakukan, ketika sadar bahwa segalanya atas ijin dan kehendak-Nya. Namun..justru rasa kecewa (pada diri sendiri) itu biasanya muncul ketika orang-orang yang mempercayaimu merasa kecewa dengan pencapaianmu itu, karena setiap orang tentu ingin melihat orang-orang yang mempercayainya tidak kecewa.

ー Adhe Nurcahya

Friday, August 1, 2014

Ketemu Java

Sebenernya pengen judul meet Java in crowded place, tapi lagi ga pengen alay aja.. Hmm udah lama ga ngoprek Java..2 atau 3 tahun ya, lupa. Pas lihat lagi, blank sama sekali, gatau. Kamu tau lah aku gimana..
Barusan nyoba koneksi-koneksi gitu.. dapet tutorial di sini dan ini. Dia pake mySQL XAMPP.. sama deh sama kasus ini, Alhamdulillah..

Oh iya, Gi. Aku tanggal 4 presentasi ulangnya.. atmosfir sedih + suram + payah nya masih kerasa huhuhuhuhuhuhu wish me luck. Banyak cerita sebenenya seminggu ini..belum aja diceritain. Aku lagi ngurusin si Fatal Error, kacau. Kamu harus denger cerita aku, 6 hari ini (nyaris seminggu ternyata) aku gelut sama Fatal Error itu. Tiap hari begadang ngurangin tidur, gada hasil, oh men. Setressssssssss....

AAAAAKUUUUUUU SEEEEEEEUTRESSSSSSSSSSSSSSSSSSSS!!! Help me God.

Monday, July 14, 2014

'cause I don't remember anything :'(

Selalu ngerasa terbebani aja kalo ada yang meminta saya untuk bisa menjelaskan sesuatu berdasarkan apa yang telah saya kerjakan.
atau dengan adanya pertanyaan ini dilontarkan kepada saya "Bagaimana bikinnya?"
atau "Apa alasannya, kenapa bisa seperti ini seperti itu dan blablabla.."

Gi.. 
Saya terbebani, Gi, karena saya harus menjawabnya.. Sesuatu yang telah selesai saya kerjakan, proses-proses yang telah saya lewati dan itu dipertanyakan.
Kenapa saya harus menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Gi..
Kesel..karena pertanyaan-pertanyaan itu membebani saya..
oh God.. setres rasanya mendengar pertanyaan seperti itu..

Kamu tahu kenapa kan Gi?
Masalahnya itu cuma satu. LUPA.
Saya itu pelupa.. kamu tahu kan Gi.. P.E.L.U.P.A.

Tapi akhir-akhir ini saya selalu mendapatkan pertanyaan itu.. Ya Gi, ketika seminar kemarin Gi.. coba saja kemarin kamu lihat saya..saya selalu bingung menjawabnya. Ya Gi, karena saya lupa.

Kamu tahu kan Gi? sesuatu yang saya kerjakan dengan serius (dokumen TA, misalnya), dan waktu-waktu yang sudah saya lewati.. saya jarang bisa mengingatnya lagi Gi. Durasi 'ingat'-nya itu cuma sampai hari dimana menulisnya.

Ibaratnya, kalau kita sudah jujur, maka tidak perlu mengingat apa yang telah kita katakan. Nah..ingatan saya sifatnya seperti itu.. Karena itu, dari dulu saya selalu nulis Charlie (diary).. karen diary ga ada, ceritanya ke kamu.. ya itu semua supaya saya tahu apa yang telah saya lakukan selama ini Gi.. Kalaupun saya disuruh menceritakan ulang cerita itu, saya tidak bisa Gi menceritakannya persis sama seperti yang telah saya tulis, karena saya pasti lupa Gi, kecuali saya membaca lagi.

Bayangkan Gi semua kegiatan yang sudah saya lakukan selama ini..kuliah misalnya.. Saya juga udah lupa Gi..karena ilmunya bukan sesuatu yang saya fokuskan atau tidak mengerjakannya terus menerus hingga sekarang,


Friday, April 18, 2014

Pengen teriak

boleh?

Sunday, March 30, 2014

Wasting time

Sangat malas, mendengarkan apa yang tidak ingin didengar,
Karena memang sesuatu itu tidak penting dari sudut manapun,
menyangkut sesuatu yang sudah ku ketahui,
menyangkut sesuatu yang bukan urusanku, seperti aib seseorang, kesalahan seseorang.

Jika memiliki masalah kepada seseorang, mengapa tidak bicara langsung kepada orangnya langsung? Jika tidak ada masalah, lalu mengapa dibahas? Berarti Anda yang bermasalah.

Ya
Ketika melakukan segala sesuatu yang tidak ingin dilakukan
Tapi telah terlanjur terjebak disana, bersama seseorang.

Buang-buang waktu.
Hate it. Saya sangat-sangat membencinya.
Bahkan sepi berdiam diri sendiri jauh lebih baik, beribu-ribu kali lebih menyenangkan, daripada berada dalam situasi itu.

Wednesday, March 26, 2014

Why should I care?

Ada saat dimana orang-orang mengkhawatirkan kelebihan kita, takut kita akan mendapatkan lebih dari mereka, takut bersaing, takut posisi kita lebih tinggi daripada mereka, lalu menganggap kita sebagai saingannya..bahkan sampai ada yang menusuk kita dari belakang. Jika mereka melakukan segala cara untuk melampaui kita, silahkan. Aku juga tidak peduli. Karena apa yang mereka dapatkan pasti sesuai dengan apa yang telah mereka berikan untuk mencapai sesuatu itu.

Belasan tahun yang lalu aku pernah mengalaminya, saat dimana aku berusaha mencapai apa yang kuinginkan, namun orang-orang disekelilingku menjadi berubah. Aku merasa sendiri pada saat itu, dan takut.

Kadang aku terheran-heran mengapa mereka melakukan hal itu padaku? Bukankah lebih baik jika sama-sama menghargai kelebihan masing-masing? Jika aku diposisi mereka, aku akan berusaha menjadi orang yang lebih baik karena aku percaya apa yang didapatkan juga pasti akan baik, sehingga tidak perlu khawatir dengan apa yang telah didapatkan oleh orang lain. Jika ada yang bisa kubantu, aku juga pasti akan membantu semampuku, selama aku bisa. Aku yang seperti itu juga bukan semata-mata seperti itu adanya dengan tiba-tiba, tapi menjalani proses, aku bekerja keras, sehingga aku bisa mencapai semuanya.

Tapi akhirnya aku seperti pecundang yang hanya mampu menulis disini. Justru aku perlahan mundur dari mereka, atau kadang tidak ingin menjadi lebih baik. Aku terlalu takut jika mereka terlalu mengkhawatirkan apa yang sudah aku capai. Sehingga aku berpikir bahwa aku harus berada dibawah agar mereka lebih sungkan kepadaku, aku berusaha agar aku tidak lebih baik dari mereka, agar mereka bisa selalu berada disampingku.

Namun..
Semakin lama aku menjalani hidup seperti itu, aku tersadar bahwa mengapa aku perlu melakukannya? Mengapa aku terbiasa melakukannya? Mengapa aku harus hidup seperti ini?

Mengapa aku terlalu peduli pada orang yang khawatir dengan semua yang kucapai?

Mengapa aku begitu peduli mereka yang tidak memperdulikanku?
Mengapa aku terbiasa seperti ini?
Mengapa aku terlalu takut menjadi giat dalam segala hal?
Mengapa aku terlalu takut jika aku menjadi lebih baik?
Begitu takutkah aku kehilangan orang-orang disekelilingku, lalu mereka membenciku?

Pikiran yang mengganggu.
Help me God..

Help me Gi..
Help me brother..sister..

Friday, March 21, 2014

(Again) Prepare Ya Dhe :)

Besok ada test toefl (lagi). :)
Semoga berhasil Adhe..

Aamiin.. makasih Blogi.
Ditunggu kabar baiknya yah :)
Yaaa :)

Saturday, March 15, 2014

Malam Minggu

Seperti malam-malam Minggu sebelumnya, saya mendengar ceramah dari Masjid, yang suaranya terjangkau hingga kosan saya..
Seperti yang selalu saya lakukan setiap hari, berdiam diri di kosan, selalu di kosan.
Seperti kebiasaan tiap hari yang saya lakukan di kosan.. duduk-duduk.

dan sepi.
Malam ini terasa sepi. Tapi malam ini.

Sepi
ditambah saat ini saya belum boleh sholat dan membaca ayat-ayat-Nya..

HP pun terlalu sunyi.
Sepi.
dan sepi.

Friday, March 7, 2014

Saya adalah Pemikiran Saya

Saya hanya percaya apa yang ingin saya percayai. Karena rasa percaya itu membuat saya semakin kuat, dan bertahan, berapapun jumlah kerikil yang menghalangi jalan saya.

Wednesday, December 25, 2013

Ngapain ya.
Bikin proposal TA ni harusnya, tapi dari kemarin waste time aja
Udah seminggu lebih monoton kaya gini emang ga bosen?
Ngga.
Kesel.
Kenapa padahal tinggal ngerjain
Atau baca
literatur
Atau mulai bikin
Setidaknya cover

Dhe
Dhe
Dhe!

Ya.

Tuesday, July 16, 2013

Tired to be alone

Pusing banget kemarin, di kantor, sepertinya bukan masalah pekerjaannya, namun ini dari saya sendiri. "Bukan ini yang saya inginkan."

Muak rasanya.
Namun tidak ada cara lain saat ini selain saya harus menghadapinya, menjalaninya. Itu pilihan saya saat ini.

Hari ini kembali ke kosan bu Epi. Kangen juga, lumayan. Tapi sendiri men, si Sungi balik ke kosan Ciwaruga, dia ninggalin cuciannya disana zzz. Kasihan juga. Besok berarti dia perginya sendiri dari Ciwaruga. Jadinya semalem saya tarawih sendiri (lagi). Hujan, pantesan aja jalan di gang sepi. Pas nyampe masjid juga sepi, beda banget kaya hari pertama kemarin.

Eh Gi,
Kenapa rasanya sepi banget ya, Gi. Walaupun berada di tengah orang banyak, duh ada yang hilang rasanya, ada yang ga ada. Sepi Gi. Sendiri. Hmm mungkin sejenis lubang di dalam hati gitu #eaaak (kalau kata Letto)..

Ya, saya sadar bahwa saya butuh orang tempat menjadi sandaran saya, tempat saya berbagi cerita juga.. Ehh ga bermaksud kalau kamu selama ini buruk ya sebagai penampung cerita, hanya saja kadang butuh dengan mereka yang bisa memberi saran yang baik, nasehat yang baik, yang bisa membuat saya lebih baik, menjadi imam saya kedepannya, dan.. EH ELO MAU NIKAH, DHE? :p Ya kalau udah waktunya, kenapa nggak? Hahaha :p Ga ada waktu untuk bermain dengan anak kecil. Ini hidup, take it seriously, beb. Selama ini Allah udah baik banget memelihara saya hingga saat ini.

Nah pertanyaannya, apakah saya perlu membuka hati kembali?
Nooooo. Ko susah banget ya. :p
Yaudah tunggu izin Allah dulu untuk dibukakan :D

Sunday, July 14, 2013

Sepi

Lagi sendiri
Melakukan sesuatu yang monoton
Ketika masih banyak yang bisa dikerjakan
Bertengkar dengan pikiran sendiri
Ketika masih banyak hal-hal yang bermanfaat untuk dipikirkan
Ingin teriak sekencang-kencangnya
Ingin menangis sejadi-jadinya
Ingin tertawa sepuasnya
Tapi dalam rangka apa?

Sepi memang
Tapi tidak kesepian juga

Memilih Diam

Rasanya kesal ketika banyak yang ingin kita sampaikan, bicarakan untuk meluruskan suatu hal agar seseorang tidak salah paham dengan tindakan kita.
Ingin marah semarah-marahnya, marah pada diri sendiri karena terlalu bodoh membiarkan sesuatu terjadi begitu. Ingin teriak dan marah agar seseorang itu tahu apa yang sedang kita rasakan, saat ini.
Dan yang paling menyakitkan adalah hingga akhirnya, kita memilih untuk diam karena takut memperburuk keadaan.
Seperti pecundang.
Poor you.

Monday, July 1, 2013

Bego banget sih Dhe..

Kesel..
Kenapa ga bisa.....
Kenapa selalu ketinggalan..............

God..
Help.

Sunday, June 30, 2013

Gagu, Susah Beralasan

Ada beberapa hal yang mungkin tidak bisa kita ungkapkan, dan tak ingin orang lain tahu.. walaupun kita akan ditinggalkan tanpa mereka tahu alasan dibalik itu..

Karena kadang..
kita lebih memilih ditinggalkan, daripada meninggalkan..
Disakiti, daripada menyakiti..
Dihindari, daripada menghindari..
Diacuhkan, daripada mengacuhkan..
Menunggu, daripada ditunggu, dan..
Mencintai, daripada dicintai..

semata-mata hanya untuk melindungi sesuatu yang berharga agar tidak tersentuh sedikitpun luka..
Hening, karena kaku, semua jadi bisu, kita susah menyampaikan alasannya.